Saling Berbalas Ulok
SALING BERBALAS ULOK Ditulis oleh : Harunsyah Arsyad _Aroma Kopi dan Bualan-Bualan Setinggi Langit Orang Labusel di Perbatasan_ Kalau jembatan beton sudah berhasil memotong panjangnya antrean ponton di *Sungai Barumun* dan *Sungai Rokan*, maka ada satu hal yang sampai kapan pun tidak akan pernah bisa dipotong oleh kemajuan zaman: yaitu kebiasaan membual di kedai kopi. Bagi masyarakat Labusel dari Tepian Barumun sampai ke Rokan Hilir sana, kedai kopi itu bukan cuma tempat ngisi perut. Kedai kopi adalah "gedung parlemen tidak resmi" tempat adu gengsi, adu logika, dan tempat paling sah di dunia di mana seekor ikan sepat bisa berubah ukuran menjadi sebesar sampan yang ditarik pakai dayung. Membual bagi orang Labusel itu bukan berbohong untuk menipu. Membual itu seni bersastra lisan. Semakin tinggi langit bualannya, maka semakin tinggi pula harga diri dan tepuk tangan yang dia dapat. Di sebuah kedai kopi berdinding papan di tepian *Sungai Barumun di Kotapinang*, duduklah tiga or...