Postingan

LENYAPNYA KERAJAAN ARU (DELI TUA)

Gambar
HILANGNYA KERAJAAN ARU (DELI TUA) Disusun oleh : Harunsyah Arsyad BABAK 1: SIAPA ITU DELI TUA ATAU KERAJAAN ARU? Yang kita sebut Deli Tua hari ini sebenarnya adalah *Kerajaan Aru atau Haru*. Kerajaan tertua di Sumatera Utara, berdiri sejak *abad ke-13*. Orang Karo menyebutnya *Haru*, dari kata Haru. Pendirinya adalah marga *Kembaren*, yang menurut cerita berasal dari Pagaruyung Minangkabau. Ibukota kerajaan ini bukan di pantai seperti lazimnya Kerajaan-Kerajaan Sumatera Timur, tapi di pedalaman — di *Sungai Panetican* yang diyakini arkeolog Ery Soedewo sebagai *Sungai Petani di Deli Tua sekarang*, di hulu Sungai Deli. Mereka menguasai seluruh pantai timur, mulai dari Tamiang (perbatasan Langkat-Aceh) sampai Rokan (perbatasan Labusel-Riau), karena Selat Malaka adalah jalur dagang paling sibuk dan makmur di dunia saat itu. Aru adalah kerajaan maritim yang kuat. Saking kuatnya, pada *awal abad ke-16 Aru pernah menyerang Pasai (Aceh) dan membantai penduduknya.* Inilah awal dendam panjang A...

SEJARAH PEMBENTUKAN KOTA MEDAN

Gambar
SEJARAH PEMBENTUKAN KOTA MEDAN: Dari Kuta di Tepi Sungai Menjadi Kota Metropolitan Ditulis oleh : Harunsyah Arsyad Sejarah Medan bukan sejarah yang datar. Ia adalah sejarah tentang perpindahan ibu kota, tentang perdebatan identitas, dan tentang bagaimana sebuah kampung kecil di pertemuan dua sungai tumbuh menjadi kota terbesar di luar Jawa. *FASE 1: AKAR — SEBUAH KUTA BERNAMA MEDAN PUTRI (1590)* Jauh sebelum ada istana dan gedung pemerintahan, yang ada hanyalah hutan di pertemuan Sungai Deli dan Sungai Babura. Berdasarkan naskah kuno _Riwayat Hamparan Perak_ dan kajian sejarawan Prof. Mahadi, seorang tokoh Karo bernama *Guru Patimpus Sembiring Pelawi* membuka hutan itu dan mendirikan sebuah _kuta_ atau kampung yang ia beri nama *Medan Putri*. Kata "Medan" dalam bahasa Karo kuno dan Melayu Deli bermakna penyembuhan atau tempat yang berkah. Lokasinya sekarang diyakini berada di kawasan *Jalan Putri Hijau - sekitar Podomoro City Medan* saat ini. Di sinilah fondasi multikultural ...

MEDAN WASPADA BANJIR

Gambar
  MEDAN WASPADA DI MUSIM HUJAN Ditulis Oleh : Harunsyah Arsyad 🔴 MERAH - Risiko Sangat Tinggi (1 - 1,5m)* Ini yang di utara + bantaran sungai langsung. Di Belawan, Labuhan, Marelan, Deli itu banjir ROB, bisa banjir bahkan tanpa hujan karena pasang laut Selat Malaka. Di Maimun (Kel. Aur & Hamdan) paling sering — tahun 2023 saja 84 kali banjir, dan tahun lalu 7.699 rumah terendam. Di Johor Kwala Bekala itu air kiriman dari Deli Serdang, hulu Sungai Deli. 🟡 KUNING - Risiko Tinggi (10-50cm tapi lama surut)* Ini tengah kota: Petisah Gatot Subroto, Amplas, Baru, Polonia, Helvetia, Sunggal, Kota, Timur. Penyebabnya bukan sungai, tapi drainase overload. Air tidak dalam tapi merendam jalan protokol lama sekali, dulu bahkan sampai masuk runway Bandara Polonia tahun 2001. 🟢 HIJAU - Risiko Sedang (cepat surut)* Selatan Selayang dan Tuntungan, dataran lebih tinggi. Sudah ada perbaikan drainase, biasanya surut kurang dari 1 jam. Di musim hujan Kota Medan hampir selalu banjir setiap tahun ...

PERSAUDARAAN DAN KEHORMATAN KELUARGA

Gambar
KISAH DUA SAHABAT: Keteladanan Sa'ad bin Ar-Rabi' dan Abdurrahman bin Auf Tentang Persaudaraan dan Kehormatan Keluarga Dikisahkan kembali oleh: Harunsyah Arsyad Jika kita mencari kisah tentang indahnya ikatan persaudaraan dan keluarga dalam sejarah Islam, maka tidak ada yang lebih indah daripada kisah dua sahabat agung Rasulullah SAW: *Sa'ad bin Ar-Rabi' Radhiyallahu Anhu dari kaum Anshar, dan Abdurrahman bin Auf Radhiyallahu Anhu dari kaum Muhajirin.* Melalui peristiwa Hijrah, Allah SWT mengajarkan kepada kita bagaimana menjaga persahabatan yang tulus karena-Nya, tanpa menghilangkan kehormatan diri, dan bagaimana membangun keluarga yang berawal dari kemandirian. *1. Persaudaraan yang Diikat Karena Allah* Ketika kaum Muhajirin berhijrah dari Makkah ke Madinah, mereka datang dalam keadaan yang sangat memprihatinkan. Mereka meninggalkan harta, rumah, ladang, dan segala kenikmatan dunia demi mempertahankan keimanan. Mereka tiba di Madinah hanya dengan pakaian yang melekat ...

DNA MEDAN KERAS, MEMANG SEJAK DULUNYA

Gambar
DNA MEDAN KERAS, MEMANG SEJAK DULUNYA *Membaca timeline di atas dari kiri ke kanan:* *• 1590 - GURU PATIMPUS SEMBIRING PELAWI* _Jawara Karo kekar dari Aji Jahe. Bukan bangsawan halus, tapi penakluk hutan berawa-rawa di pertemuan Sungai Deli dan Babura. Mental petualang dan kanuragan ini jadi DNA pertama Medan: berani buka lahan baru sendirian_ *• 1872-1895 - PERANG SUNGGAL* _Datuk Badiuzzaman Surbakti memimpin perang gerilya 23 tahun melawan kolonial Belanda. Gara-gara tanah ulayat dirampas sepihak untuk konsesi Tembakau Deli. Di sini terbentuk watak Medan: pantang tanahnya diinjak, peluru dilawan nyawa._ *• 1945 - PERTEMPURAN MEDAN AREA* _Kolonel Bejo & Timur Pane (Pasukan Napindo Naga Terbang). Laskar pemuda, preman pasar, dan buruh perkebunan yang menghadang tank Sekutu di jalanan. Dari sini lahir julukan pemuda Medan paling nekat._ *• 1965 - EFFENDI NASUTION (PENDI KELING)* _Era Pemuda Pancasila. Pendi Keling mengonsolidasikan kekuatan pemuda jalanan. Menguasai ruang publik, me...

GURU PATIMPUS PENDIRI KUTA MEDAN

Gambar
  Penjelasan Diorama: *Scene 1 - Desa Aji Jahe Tigapanah, Karo:* _Guru Patimpus muda sebagai tabib, meracik obat tradisional dari dedaunan. Latar rumah panggung Karo dan perbukitan. Di sini gelar "Guru" bermakna orang berilmu dan tabib sakti penganut Pemena._ *Scene 2 - Duel Mistis di tepi Sungai Deli:* _Adu kesaktian dengan Datuk Kota Bangun (ulama besar). Keduanya mengeluarkan aura mistis biru. Duel ini berakhir dengan kekalahan Guru Patimpus dan ia pun bersyahadat memeluk Islam._ *Scene 3 - Pernikahan Strategis:* _Pernikahan dengan putri Datuk Hamparan Perak, disaksikan para pemangku adat. Pernikahan ini yang mengangkat posisinya menjadi bagian dari Datuk Empat Suku Kesultanan Deli._ *Scene 4 - Pembukaan Kampung Medan Putri 1 Juli 1590:*  _Scene utama di bawah. Pembukaan hutan berawa di pertemuan Sungai Deli & Sungai Babura.* _Terlihat warga membangun rumah panggung, menanam kebun lada (emas hitam saat itu), dan perahu-perahu di sungai sebagai urat nadi perdagangan._ *...

TITI GANTUNG MEDAN

Gambar
  Ket.Gambar : Diorama Titi Gantung Medan Dari Era Kolonial, Pasar Buku Bekas Era Pasca Kemerdekaan, dan Era Heritage Kota Medan *TITI GANTUNG MEDAN: Saksi Bisu di Samping Stasiun Besar Medan yang Melihat Medan Berubah Selama 140 Tahun* _*Ditulis oleh:*_ _*Harunsyah Arsyad*_ Titi Gantung bukan sekadar jembatan penyeberangan. Ia bagaikan mesin waktu yang membelah sejarah Kota Medan. Membentang kokoh di samping Stasiun Kereta Api Medan, infrastruktur bergaya Victoria klasik ini telah menyaksikan transformasi Medan dari kota perkebunan kolonial yang riuh hingga menjadi metropolis modern. Perjalanan panjangnya terbagi dalam tiga fragmen zaman. *1. Masa Kolonial (1885): Dibangun untuk Keselamatan, Jadi Tempat Rendezvous Meneer dan Noni* Jembatan ini didirikan sekitar *tahun 1885*, bersamaan dengan pengembangan Stasiun Medan oleh perusahaan kereta api Belanda *Deli Spoorweg Maatschappij (DSM)*.  Tujuannya murni keselamatan. Jalur rel saat itu membelah kota, memisahkan permukiman pad...