SIKANTAN (Episode 1)
SI KANTAN (1) Pagi itu kabut masih menggantung tipis di atas rawa-rawa bakau di hilir Barumun di negeri Panai. Di sebuah gubuk panggung yang hampir roboh, seorang perempuan tua memeluk erat anak lelaki satu-satunya. Anak itu adalah Kantan. Usianya baru menginjak remaja, baju penuh tambalan dan lumpur, tapi matanya tajam menatap muara. "Nak, ibu selalu ada untukmu," bisik ibunya sambil mengusap kepala puteranya yang lusuh. "Ika posan ayahmu... jaga baik-baik pusakanya, ika, na... Si Kantan." Juallah pada saudagar ataupun bangsawan tanah seberang. Mudah-mudahan nanti menjadi modalmu untuk berniaga ataupun membeli perahu bagus untuk mengarungi kehidupan mu di masa depan nanti. Tangannya yang keriput mengusap kepala anaknya dengan penuh kasih. Ia tahu, waktu mereka bersama tidak akan lama lagi. Sebuah keris. Hulu dan warangkanya berukir naga emas bermata merah delima bergagang dari gading gajah Siam dengan kepala gagang berukiran kepala harimau, indah dan masih berki...