NELAYAN KERANG TANJUNGBALAI DAHULU DAN SEKARANG
NELAYAN PENCARI KERANG DI TANJUNG BALAI DAHULU DAN SEKARANG Dari Masa Kejayaan "Kota Kerang" Hingga Perjuangan Bertahan Hidup Ditulis oleh : Harunsyah Arsyad Tanjungbalai menyandang julukan "Kota Kerang" bukan karena seremoni, tapi karena keringat. Sejak lama, hidup warga kota ini menggantung di perairan muara (estuari) tempat bertemunya Muara Sungai Asahan dengan Selat Malaka . Di sanalah para nelayan tradisional tumbuh bersama lumpur dan pasang surut. Tapi potret nelayan kerang dulu dan sekarang, sudah sangat berbeda. Ibarat air laut, ada pasang ada surutnya. ERA 1980an - AWAL 2000an: MASA KEEMASAN Di masa ini, menjadi nelayan kerang itu profesi menjanjikan. Ekonomi baik. 1. Hasil Melimpah Ruah : Ekosistem muara masih perawan. Kerang, terutama kerang dagu (kerang batu) dan kerang bertabur di lumpur kuala di mana-mana. Nelayan tidak perlu ke tengah laut. Cukup tunggu air surut, pergi sedikit ke lapak, pulangnya sudah berkilo-kilo, bahkan bisa berkaleng-kaleng. 2....