Postingan

MARAH HALIM CUP, Ketika Medan Menjadi Salah Satu Kota Gila Bola Dunia

Gambar
  Gambar ilustrasi antusias masyarakat di Stadion Teladan dahulu saat pertandingan sepakbola besar MARAH HALIM CUP: Ketika Medan Menjadi Salah Satu Kota Gila Bola Dunia Ditulis oleh: Harunsyah Arsyad Jika Jakarta punya Ali Sadikin Cup, Surabaya punya Surya Cup, maka Medan pernah punya sesuatu yang jauh lebih melekat di hati masyarakat Sumut. Namanya Marah Halim Cup. Ini bukan turnamen lokalan. Ini adalah fenomenal. Sebuah pesta bola internasional yang membuat Stadion Teladan masuk kalender resmi FIFA sejak 1974 dan menjadikan Medan, untuk sesaat, sebagai episentrum sepak bola Asia. Di era ketika siaran langsung luar negeri masih langka, anak-anak Medan justru bisa menyaksikan langsung timnas Jepang, Korea Selatan, Burma, hingga klub-klub Belanda dan Jerman Barat berlaga di tanah mereka sendiri. Dan semua itu berawal dari seorang Gubernur yang gila bola. Dari Ide Ulang Tahun Kota Medan, Jadi Kalender FIFA Namanya Mayor Jenderal Marah Halim Harahap, Gubernur Sumatera Utara periode 19...

BENTENG KERAJAAN ARU (BENTENG PUTRI HIJAU)

Gambar
  Ilustrasi Penampakan Benteng Putri Hijau/ Benteng Aru di Deli Tua Dahulu: - *Dindingnya:* Gundukan tanah alami setinggi *4-5 meter dari luar, 2 meter dari dalam* — karena bagian luarnya digali jadi parit, jadi terlihat lebih tinggi dari luar. Lebarnya *4-5 meter* di atas, cukup untuk 4 orang berjaga berdampingan. Ditumbuhi rumput dan semak, bukan batu. - *Paritnya:* Di sekeliling gundukan ada *parit / fossa sedalam 2-3 meter, lebar 4-5 meter* yang terhubung ke *Sungai Deli* — itu pertahanan utamanya. Kalau musuh mau masuk, harus berenang dulu, baru manjat tanah licin setinggi 5 meter. - *Di dalamnya:* Ada perkampungan panggung kayu Karo-Melayu tempat Putri Hijau dan rakyat tinggal — persis seperti kampung Karo di pegunungan sekarang, tapi di atas bukit buatan. - *Arkeolog menemukan pecahan keramik Cina, tembikar, dan uang dirham Aceh* tertimbun di dalam tanahnya — itu bukti perdagangan Aru dari abad 13-17.  Jadi bayangkan, tahun 1612 pasukan Aceh yang membawa meriam besar it...

MERIAM PUMTUNG SAKSI BISU TRANSFORMASI KERAJAAN ARU MENJADI KESULTANAN DELI

Gambar
  MERIAM PUNTUNG SAKSI BISU TRANSFORMASI KERAJAAN ARU MENJADI KESULTANAN DELI Ditulis oleh: Harunsyah Arsyad *1. Asal-usulnya: Perang Aru vs Aceh (1612)* Cerita rakyat Melayu Deli-Karo  *Putri Hijau* — putri Kerajaan Aru (Haru) yang cantiknya memancarkan cahaya hijau zamrud. Dia tinggal di Benteng Putri Hijau, Deli Tua, bersama dua saudaranya: *Mambang Yasid* (kakak) dan *Mambang Khayali* (adik). Sultan Aceh, Iskandar Muda, mendengar kecantikannya dan mau meminangnya. Lamaran ditolak mentah-mentah oleh Mambang Yasid karena dianggap licik. Sultan Aceh marah, kirim pasukan besar di bawah Panglima Gocah Pahlawan untuk menyerang Aru. Benteng Aru sangat kuat, Aceh tidak bisa tembus. Akhirnya Aceh memakai siasat kotor: *menembakkan ribuan uang emas ke dalam benteng.* Penjaga benteng berebut emas, meninggalkan pintu gerbang. Pasukan Aceh pun dapat masuk dan membunuh Raja. Seisi istana dihancurkan.  Saat benteng mau jatuh, Mambang Khayali — yang sakti — melakukan pengorbanan tera...

SELAT MALAKA NAN SEKSI

Gambar
  SELAT MALAKA NAN SEKSI Ditulis oleh : Harunsyah Arsyad *SEBELUM KEJAYAAN VOC — SELAT MILIK ORANG MELAYU-ACEH (Masa 1300an-1600an)* Dulu Selat Malaka itu milik kita. Kerajaan Aru (Deli Tua), Pasai, Perlak, dan kemudian *Aceh Darussalam* adalah penguasa selat. Perdagangannya antara lain: - Lada, kapur barus, kemenyan, emas dari pedalaman Karo bahkan dari daerah Minangkabau dibawa turun lewat *Sungai Wampu, Deli,  Asahan, Kualuh, Barumun, dll* ke Labuhan (Deli).  - Di Labuhan, dibeli pedagang Gujarat, Arab, dan Cina.  - Dijual ke Malaka (sebelum 1511 di tangan Sultan Malaka, setelah 1511 di tangan Portugis), lalu ke Eropa Aceh masa itu sangat kuat. Tahun 1615, dalam surat Sultan Iskandar Muda ke Raja Inggris James I, ia mengklaim semua pelabuhan Timur Sumatera dari Tamiang sampai Rokan sebagai miliknya. Tujuannya satu: *monopoli lada* untuk melawan Portugis di Malaka. *VOC DATANG — SELAT DIPECAH DUA (1602 - 1799)* Tahun 1602 VOC Belanda dibentuk, tahun 1619 Batavia di...

LENYAPNYA KERAJAAN ARU (DELI TUA)

Gambar
HILANGNYA KERAJAAN ARU (DELI TUA) Disusun oleh : Harunsyah Arsyad BABAK 1: SIAPA ITU DELI TUA ATAU KERAJAAN ARU? Yang kita sebut Deli Tua hari ini sebenarnya adalah *Kerajaan Aru atau Haru*. Kerajaan tertua di Sumatera Utara, berdiri sejak *abad ke-13*. Orang Karo menyebutnya *Haru*, dari kata Haru. Pendirinya adalah marga *Kembaren*, yang menurut cerita berasal dari Pagaruyung Minangkabau. Ibukota kerajaan ini bukan di pantai seperti lazimnya Kerajaan-Kerajaan Sumatera Timur, tapi di pedalaman — di *Sungai Panetican* yang diyakini arkeolog Ery Soedewo sebagai *Sungai Petani di Deli Tua sekarang*, di hulu Sungai Deli. Mereka menguasai seluruh pantai timur, mulai dari Tamiang (perbatasan Langkat-Aceh) sampai Rokan (perbatasan Labusel-Riau), karena Selat Malaka adalah jalur dagang paling sibuk dan makmur di dunia saat itu. Aru adalah kerajaan maritim yang kuat. Saking kuatnya, pada *awal abad ke-16 Aru pernah menyerang Pasai (Aceh) dan membantai penduduknya.* Inilah awal dendam panjang A...

SEJARAH PEMBENTUKAN KOTA MEDAN

Gambar
SEJARAH PEMBENTUKAN KOTA MEDAN: Dari Kuta di Tepi Sungai Menjadi Kota Metropolitan Ditulis oleh : Harunsyah Arsyad Sejarah Medan bukan sejarah yang datar. Ia adalah sejarah tentang perpindahan ibu kota, tentang perdebatan identitas, dan tentang bagaimana sebuah kampung kecil di pertemuan dua sungai tumbuh menjadi kota terbesar di luar Jawa. *FASE 1: AKAR — SEBUAH KUTA BERNAMA MEDAN PUTRI (1590)* Jauh sebelum ada istana dan gedung pemerintahan, yang ada hanyalah hutan di pertemuan Sungai Deli dan Sungai Babura. Berdasarkan naskah kuno _Riwayat Hamparan Perak_ dan kajian sejarawan Prof. Mahadi, seorang tokoh Karo bernama *Guru Patimpus Sembiring Pelawi* membuka hutan itu dan mendirikan sebuah _kuta_ atau kampung yang ia beri nama *Medan Putri*. Kata "Medan" dalam bahasa Karo kuno dan Melayu Deli bermakna penyembuhan atau tempat yang berkah. Lokasinya sekarang diyakini berada di kawasan *Jalan Putri Hijau - sekitar Podomoro City Medan* saat ini. Di sinilah fondasi multikultural ...

MEDAN WASPADA BANJIR

Gambar
  MEDAN WASPADA DI MUSIM HUJAN Ditulis Oleh : Harunsyah Arsyad 🔴 MERAH - Risiko Sangat Tinggi (1 - 1,5m)* Ini yang di utara + bantaran sungai langsung. Di Belawan, Labuhan, Marelan, Deli itu banjir ROB, bisa banjir bahkan tanpa hujan karena pasang laut Selat Malaka. Di Maimun (Kel. Aur & Hamdan) paling sering — tahun 2023 saja 84 kali banjir, dan tahun lalu 7.699 rumah terendam. Di Johor Kwala Bekala itu air kiriman dari Deli Serdang, hulu Sungai Deli. 🟡 KUNING - Risiko Tinggi (10-50cm tapi lama surut)* Ini tengah kota: Petisah Gatot Subroto, Amplas, Baru, Polonia, Helvetia, Sunggal, Kota, Timur. Penyebabnya bukan sungai, tapi drainase overload. Air tidak dalam tapi merendam jalan protokol lama sekali, dulu bahkan sampai masuk runway Bandara Polonia tahun 2001. 🟢 HIJAU - Risiko Sedang (cepat surut)* Selatan Selayang dan Tuntungan, dataran lebih tinggi. Sudah ada perbaikan drainase, biasanya surut kurang dari 1 jam. Di musim hujan Kota Medan hampir selalu banjir setiap tahun ...