Postingan

SEKELUMIT TENTANG PANTE BURUNG (Sambungan) Dalam perkembangannya setelah Otonomi Daerah, Tanjungbalai dimekarkan menjadi beberapa Kecamatan dan Kelurahan. Pante Burung yang dahulu termasuk dalam wilayah Kelurahan Pahlawan Kecamatan Tanjung Balai II menjadi Kelurahan Pantai Burung. Di era kepemimpinan Ir. Marshal Hutagalung sebagai Walikota Tanjungbalai (akhir 90an) telah disusun konsep pengembangan infrastruktur Tanjungbalai meliputi jalan lingkar luar (arteri) untuk menghidupkan akses ke dan dari pelabuhan Teluk Nibung. Karena kemampuan keuangan Pemerintah Kotamadya Tanjung Balai (masa itu masih berbentuk Kotamadya) tidak sanggup untuk membiayainya maka diusulkan kepada Pemerintah Provinsi melalui Musrenbang Tingkat Provinsi Sumatera Utara sekaligus mengusulkan pembangunan jembatan di atas Sungai Asahan yang menghubungkan Tanjungbalai dengan Kecamatan Sei. Kepayang Kabupaten Asahan untuk dibahas di tingkat Provinsi. Oleh pihak Pemerintah Provinsi  Sumatera Utara karena keterb...
Gambar
PANTE BURUNG TANJUNGBALAI Kelurahan Pante Burung termasuk dalam Kecamatan Tanjungbalai Selatan diantara Jalan M. Abbas sampai dengan Jalan Arteri sebagai jalan lingkar luar di Tanjungbalai yang menghubungkan Tanjungbalai dengan Pelabuhan Teluk Nibung. Antara Jalan M. Abbas dengan Jalan Arteri ini terdapat beberapa jalan kecil dan gang yang dapat menghubungkan kawasan ini dengan kawasan lainnya, seperti : Jalan Umar Damanik, Jalan Thamrin, Gang Losmen, Gang Andalas, dll. Melalui Jalan Umar Damanik (dahulu Gang Malaka) menghubungkan kawasan ini dengan Jalan Pattimura (dahulu Gang Turang). Dari Jalan Thamrin terhubung ke Jalan Rambutan, Jalan Manggis, Jalan Mangga, Jalan Pepaya, dll. Baru-baru ini pada akhir tahun 2012 Kelurahan Pantai Burung, Kecamatan Tanjungbalai Selatan, Kota Tanjungbalai, berhasil meraih juara pertama tingkat Propinsi Sumatera Utara dalam lomba kelurahan percontohan lingkungan dan pariwisata. Prestasi yang diraih Pantai Burung ini merupakan kebanggan ya...

SUSTAINABLE LOVEMENT

Gambar
Banyak orang mengatakan bahwa masa remaja adalah masa yang indah, karena pada masa-masa itulah manusia mengenal cinta (feeling in love). Bagiku masa remaja adalah masa yang begitu indah, namun masa setelah remaja juga tak kalah indahnya bilamana rasa cinta itu terus kita bina dalam berumah tangga. Many people say that adolescence is a wonderful time, because in those days know that humans love (feeling in love). Adolescence is a time for me is so beautiful, but the period after the teenager is equally beautiful when the love that kept us in a menage building.

MANISNYA CINTA

Banyak orang mengatakan bahwa masa remaja adalah masa yang indah, disana ada masa-masa mengenal cinta yang penuh dengan hubungan kejiwaan yang emosional dan sensasional. Namun bagiku masa yang indah itu puncaknya adalah masa berumah tangga. Setelah lelah mengembara di dunia cinta, akhirnya melayarkan bahtera rumah tangga mengharungi samudera kehidupan. Ingat, pantai sudah semakin dekat semua akan berlabuh di pelabuhan-NYA. Many people say that adolescence is a wonderful time, there are times to know the love that is full of emotional and psychological relationship sensational. But for me the beautiful peak is a time to settle down. Having tired of wandering in the world of love, finally sail the boat home mengharungi ocean life. Remember, the beach was getting closer all be docked at the port of HIS.

THE BIG FAMILY

Aku mempunyai keluarga yang besar, begitu juga dari pihak istri. I have a big family, as well as from the wife.

AJI DAN SEPUPU

Gambar
Si Bungsu Muhammad Hazrie Fajar Hasibuan bersama Agung dan Iqbal (Putra Ramadhan Tarigan/Ferial) The Young Muhammad Hazrie Dawn Hasibuan along the Great and Iqbal (Son of Ramadan Tarik / Ferial)