MEDAN WASPADA BANJIR
MEDAN WASPADA DI MUSIM HUJAN
Ditulis Oleh :
Harunsyah Arsyad
🔴 MERAH - Risiko Sangat Tinggi (1 - 1,5m)*
Ini yang di utara + bantaran sungai langsung. Di Belawan, Labuhan, Marelan, Deli itu banjir ROB, bisa banjir bahkan tanpa hujan karena pasang laut Selat Malaka. Di Maimun (Kel. Aur & Hamdan) paling sering — tahun 2023 saja 84 kali banjir, dan tahun lalu 7.699 rumah terendam. Di Johor Kwala Bekala itu air kiriman dari Deli Serdang, hulu Sungai Deli.
🟡 KUNING - Risiko Tinggi (10-50cm tapi lama surut)*
Ini tengah kota: Petisah Gatot Subroto, Amplas, Baru, Polonia, Helvetia, Sunggal, Kota, Timur. Penyebabnya bukan sungai, tapi drainase overload. Air tidak dalam tapi merendam jalan protokol lama sekali, dulu bahkan sampai masuk runway Bandara Polonia tahun 2001.
🟢 HIJAU - Risiko Sedang (cepat surut)*
Selatan Selayang dan Tuntungan, dataran lebih tinggi. Sudah ada perbaikan drainase, biasanya surut kurang dari 1 jam.
Di musim hujan Kota Medan hampir selalu banjir setiap tahun — rata-rata 10-12 kali setahun — karena dilewati 2 sungai besar: *Sungai Deli dan Sungai Babura*, ditambah anak sungai Denai, Sikambing, dan Belawan. Ketika curah hujan tinggi di hulu [Karo & Deli Serdang] + pasang laut di Selat Malaka, kapasitas sungai tidak muat.
Berdasarkan kajian BPBD Kota Medan 2021-2026, Jurnal Bencana USU, dan data PU Floodway Sikambing-Belawan, wilayah terdampak bisa dibagi 3 tingkatan risiko:
*1. RISIKO SANGAT TINGGI* - Waspada Evakuasi Dini
Ini daerah dataran rendah hilir + bantaran sungai langsung. Air bisa naik 1 - 1,5 meter dalam hitungan jam.
*A. Medan Utara - Rawan Banjir ROB + Luapan Sungai:*
- *Medan Belawan, Medan Labuhan, Medan Marelan, Medan Deli:* Paling rawan se-Kota Medan. Banjir rob terjadi hampir tiap bulan, bahkan di musim kemarau, karena langsung berbatasan dengan Selat Malaka. Kalau hujan deras + pasang besar, air laut masuk ke permukiman. Pemko sampai akan membentuk UPT BPBD khusus di 4 kecamatan ini.
*B. Bantaran Sungai Deli & Babura - Rawan Banjir Makro:*
- *Medan Maimun - Kelurahan Aur, Hamdan, Kampung Baru:* Titik paling sering terendam. Pada Nov 2024 saja 7.699 rumah di 10 kecamatan terendam termasuk di sini, 24.874 jiwa terdampak. Di Aur, pada 2023 tercatat banjir 84 kali dalam setahun.
- *Medan Johor - Kwala Bekala, Kedai Durian:* Hulu Sungai Deli. Air kiriman dari Deli Serdang langsung meluap.
- *Medan Sunggal & Medan Selayang:* Sungai Sikambing tidak mampu menampung debit ekstrem. Ini alasan pemerintah membangun *Floodway Sikambing-Belawan* untuk membuang 30 m3/detik ke Sungai Belawan.
*2. RISIKO TINGGI* - Genangan Lama & Drainase Overload
Ini daerah tengah kota. Disebut banjir mikro/genangan. Tidak sedalam di bantaran, tapi paling sering dan merendam jalan protokol. Penyebab utama: drainase buruk + alih fungsi lahan.
- *Medan Petisah - Sekitar Jl. Gatot Subroto:* Ditetapkan sebagai risiko tertinggi di kecamatan ini karena drainase tidak optimal.
- *Medan Amplas, Medan Baru, Medan Polonia, Medan Helvetia, Medan Tuntungan:* Masuk 10 kecamatan rawan banjir versi penelitian JIIC 2025.
- *Medan Kota, Medan Timur, Medan Tembung, Medan Perjuangan, Medan Area, Medan Barat:* Daerah rawan genangan terbanyak di tengah kota versi Renstra BPBD.
Ketinggian umumnya 10 - 50 cm, tapi bisa lebih dari 1 jam tidak surut dan sempat merendam Bandara Polonia tahun 2001.
*3. RISIKO SEDANG* - Genangan Cepat Surut
- *Medan Selayang bagian selatan, Medan Tuntungan hulu:* Relatif lebih aman karena sudah ada perbaikan drainase. Genangan biasanya hanya saat hujan ekstrem >2 jam dan cepat surut.
*Saran untuk Musim Hujan Ini* :
1. Jika di *Medan Utara & bantaran Deli*: Siapkan tas siaga, dokumen penting di plastik kedap, dan jangan tunggu air tinggi baru evakuasi — ini pesan khusus dari Wali Kota Rico Waas.
2. Jika di *tengah kota*: Bersihkan parit depan rumah, hindari parkir di titik cekungan seperti Gatot Subroto dan Sekitar Jl. Rahmad.
3. Pantau info *pasang laut Belawan + prakiraan BMKG*. Banjir terbesar di Medan biasanya bukan hanya karena hujan lokal, tapi akumulasi hujan di hulu Karo + pasang laut.(Petisah, Amplas,Johor, Sunggal).

Komentar
Posting Komentar