Postingan

PERSAUDARAAN DAN KEHORMATAN KELUARGA

Gambar
KISAH DUA SAHABAT: Keteladanan Sa'ad bin Ar-Rabi' dan Abdurrahman bin Auf Tentang Persaudaraan dan Kehormatan Keluarga Dikisahkan kembali oleh: Harunsyah Arsyad Jika kita mencari kisah tentang indahnya ikatan persaudaraan dan keluarga dalam sejarah Islam, maka tidak ada yang lebih indah daripada kisah dua sahabat agung Rasulullah SAW: *Sa'ad bin Ar-Rabi' Radhiyallahu Anhu dari kaum Anshar, dan Abdurrahman bin Auf Radhiyallahu Anhu dari kaum Muhajirin.* Melalui peristiwa Hijrah, Allah SWT mengajarkan kepada kita bagaimana menjaga persahabatan yang tulus karena-Nya, tanpa menghilangkan kehormatan diri, dan bagaimana membangun keluarga yang berawal dari kemandirian. *1. Persaudaraan yang Diikat Karena Allah* Ketika kaum Muhajirin berhijrah dari Makkah ke Madinah, mereka datang dalam keadaan yang sangat memprihatinkan. Mereka meninggalkan harta, rumah, ladang, dan segala kenikmatan dunia demi mempertahankan keimanan. Mereka tiba di Madinah hanya dengan pakaian yang melekat ...

DNA MEDAN KERAS, MEMANG SEJAK DULUNYA

Gambar
DNA MEDAN KERAS, MEMANG SEJAK DULUNYA *Membaca timeline di atas dari kiri ke kanan:* *• 1590 - GURU PATIMPUS SEMBIRING PELAWI* _Jawara Karo kekar dari Aji Jahe. Bukan bangsawan halus, tapi penakluk hutan berawa-rawa di pertemuan Sungai Deli dan Babura. Mental petualang dan kanuragan ini jadi DNA pertama Medan: berani buka lahan baru sendirian_ *• 1872-1895 - PERANG SUNGGAL* _Datuk Badiuzzaman Surbakti memimpin perang gerilya 23 tahun melawan kolonial Belanda. Gara-gara tanah ulayat dirampas sepihak untuk konsesi Tembakau Deli. Di sini terbentuk watak Medan: pantang tanahnya diinjak, peluru dilawan nyawa._ *• 1945 - PERTEMPURAN MEDAN AREA* _Kolonel Bejo & Timur Pane (Pasukan Napindo Naga Terbang). Laskar pemuda, preman pasar, dan buruh perkebunan yang menghadang tank Sekutu di jalanan. Dari sini lahir julukan pemuda Medan paling nekat._ *• 1965 - EFFENDI NASUTION (PENDI KELING)* _Era Pemuda Pancasila. Pendi Keling mengonsolidasikan kekuatan pemuda jalanan. Menguasai ruang publik, me...

GURU PATIMPUS PENDIRI KUTA MEDAN

Gambar
  Penjelasan Diorama: *Scene 1 - Desa Aji Jahe Tigapanah, Karo:* _Guru Patimpus muda sebagai tabib, meracik obat tradisional dari dedaunan. Latar rumah panggung Karo dan perbukitan. Di sini gelar "Guru" bermakna orang berilmu dan tabib sakti penganut Pemena._ *Scene 2 - Duel Mistis di tepi Sungai Deli:* _Adu kesaktian dengan Datuk Kota Bangun (ulama besar). Keduanya mengeluarkan aura mistis biru. Duel ini berakhir dengan kekalahan Guru Patimpus dan ia pun bersyahadat memeluk Islam._ *Scene 3 - Pernikahan Strategis:* _Pernikahan dengan putri Datuk Hamparan Perak, disaksikan para pemangku adat. Pernikahan ini yang mengangkat posisinya menjadi bagian dari Datuk Empat Suku Kesultanan Deli._ *Scene 4 - Pembukaan Kampung Medan Putri 1 Juli 1590:*  _Scene utama di bawah. Pembukaan hutan berawa di pertemuan Sungai Deli & Sungai Babura.* _Terlihat warga membangun rumah panggung, menanam kebun lada (emas hitam saat itu), dan perahu-perahu di sungai sebagai urat nadi perdagangan._ *...

TITI GANTUNG MEDAN

Gambar
  Ket.Gambar : Diorama Titi Gantung Medan Dari Era Kolonial, Pasar Buku Bekas Era Pasca Kemerdekaan, dan Era Heritage Kota Medan *TITI GANTUNG MEDAN: Saksi Bisu di Samping Stasiun Besar Medan yang Melihat Medan Berubah Selama 140 Tahun* _*Ditulis oleh:*_ _*Harunsyah Arsyad*_ Titi Gantung bukan sekadar jembatan penyeberangan. Ia bagaikan mesin waktu yang membelah sejarah Kota Medan. Membentang kokoh di samping Stasiun Kereta Api Medan, infrastruktur bergaya Victoria klasik ini telah menyaksikan transformasi Medan dari kota perkebunan kolonial yang riuh hingga menjadi metropolis modern. Perjalanan panjangnya terbagi dalam tiga fragmen zaman. *1. Masa Kolonial (1885): Dibangun untuk Keselamatan, Jadi Tempat Rendezvous Meneer dan Noni* Jembatan ini didirikan sekitar *tahun 1885*, bersamaan dengan pengembangan Stasiun Medan oleh perusahaan kereta api Belanda *Deli Spoorweg Maatschappij (DSM)*.  Tujuannya murni keselamatan. Jalur rel saat itu membelah kota, memisahkan permukiman pad...

PSMS TAKLUKKAN RAKSASA EROPA

Gambar
  Ket. Gambar : PSMS vs Ajax 1975  Foto Bersama Skuad PSSI Wilayah I (PSMS) dan Ajax Amsterdam   *Posisi Berdiri*: Kapten PSMS Yuswardi berdiri di sebelah kapten Ajax Ruud Krol bersama bintang dunia Johnny Rep, Arie Haan, dan Horst Blankenburg._  * _*Posisi Jongkok*:_ _Ditempati para pemain lokal seperti Zulkarnaen Pasaribu, Mariadi, Pariman, Ismail Ruslan, Parlin Siagian, Suwarno, Nobon, Suparjo, Sunardi B, dan Sarman Panggabean, serta kiper Ajax Heinz Stuy_ *TOREHAN SEJARAH DI STADION TELADAN MEDAN, 7 JUNI 1975 PSSI WIL. I (PSMS MEDAN SANG AYAM KINANTAN) BANTAI RAJA EROPA, AJAX AMSTERDAM 4-2* *_Ditulis oleh :_* *_Harunsyah Arsyad_* Bernostalgia ke era 70an, saat media komunikasi dan informasi terbatas. HP belum ada, televisi hanya ada channel TVRI kecuali di pesisir Timur Sumatera yang pasang tiang tinggi dapat mengakses siaran dari saluran televisi negeri jiran (Malaysia). Siaran langsung sepakbola sesekali ada dari Stasiun Radio RRI yang aksesnya sudah dapat...

PENYAKIT HATI

 PENYAKIT HATI Disarikan oleh : *Harunsyah Arsyad* Dalam Islam dan psikologi, "penyakit hati" bukan penyakit fisik, tapi kondisi batin yang merusak pikiran, hubungan dengan orang lain, dan hubungan dengan Allah. Akarnya satu: hati yang tidak ridha dengan ketentuan Allah. Ini penjelasan bedanya, karena sering dianggap sama: 1. Iri Hati Perasaan tidak senang melihat orang lain dapat nikmat, dan ingin memiliki nikmat seperti itu. Ciri: "Kenapa dia yang dapat, bukan aku?" Contoh: Melihat teman beli mobil baru, lalu jadi gelisah, tidak tenang, ingin juga punya. Iri masih tergolong ringan jika berhenti di keinginan untuk menyaingi secara positif (disebut ghibtah). Yang berbahaya kalau sudah masuk ke level berikutnya. 2. Hasad & Dengki - Ini level di atas Iri Ini yang paling sering disebut dalam Al-Qur'an. Keduanya hampir sama. Hasad / Dengki adalah: Tidak hanya ingin punya seperti orang lain, tapi berharap nikmat orang itu HILANG. Senang kalau orang lain susah, su...

Saling Berbalas Ulok

Gambar
SALING BERBALAS ULOK Ditulis oleh : Harunsyah Arsyad _Aroma Kopi dan Bualan-Bualan Setinggi Langit Orang Labusel di Perbatasan_ Kalau jembatan beton sudah berhasil memotong panjangnya antrean ponton di *Sungai Barumun* dan *Sungai Rokan*, maka ada satu hal yang sampai kapan pun tidak akan pernah bisa dipotong oleh kemajuan zaman: yaitu kebiasaan membual di kedai kopi.   Bagi masyarakat Labusel dari Tepian Barumun sampai ke Rokan Hilir sana, kedai kopi itu bukan cuma tempat ngisi perut. Kedai kopi adalah "gedung parlemen tidak resmi" tempat adu gengsi, adu logika, dan tempat paling sah di dunia di mana seekor ikan sepat bisa berubah ukuran menjadi sebesar sampan yang ditarik pakai dayung. Membual bagi orang Labusel itu bukan berbohong untuk menipu. Membual itu seni bersastra lisan. Semakin tinggi langit bualannya, maka semakin tinggi pula harga diri dan tepuk tangan yang dia dapat. Di sebuah kedai kopi berdinding papan di tepian *Sungai Barumun di Kotapinang*, duduklah tiga or...