PSMS TAKLUKKAN RAKSASA EROPA
Ket. Gambar : PSMS vs Ajax 1975
Foto Bersama Skuad PSSI Wilayah I (PSMS) dan Ajax Amsterdam
*Posisi Berdiri*: Kapten PSMS Yuswardi berdiri di sebelah kapten Ajax Ruud Krol bersama bintang dunia Johnny Rep, Arie Haan, dan Horst Blankenburg._
* _*Posisi Jongkok*:_ _Ditempati para pemain lokal seperti Zulkarnaen Pasaribu, Mariadi, Pariman, Ismail Ruslan, Parlin Siagian, Suwarno, Nobon, Suparjo, Sunardi B, dan Sarman Panggabean, serta kiper Ajax Heinz Stuy_
*TOREHAN SEJARAH DI STADION TELADAN MEDAN, 7 JUNI 1975 PSSI WIL. I (PSMS MEDAN SANG AYAM KINANTAN) BANTAI RAJA EROPA, AJAX AMSTERDAM 4-2*
*_Ditulis oleh :_*
*_Harunsyah Arsyad_*
Bernostalgia ke era 70an, saat media komunikasi dan informasi terbatas. HP belum ada, televisi hanya ada channel TVRI kecuali di pesisir Timur Sumatera yang pasang tiang tinggi dapat mengakses siaran dari saluran televisi negeri jiran (Malaysia). Siaran langsung sepakbola sesekali ada dari Stasiun Radio RRI yang aksesnya sudah dapat menjangkau sebagian besar wilayah di Indonesia.
Kala itu, 7 Juni 1975 sore sedang ada siaran langsung dari RRI Stasiun Medan yang menyiarkan secara audio pertandingan besar, pertandingan yang ditunggu-tunggu sebagian pria di Sumatera Utara khususnya di Medan.
Penulis yang saat itu masih duduk di kelas V SD di kota kecil berjarak 180 Km dari Kota Medan hanya ikut nimbrung mendengarkan siaran audio langsung itu dari halaman sebuah rumah panggung. Rumah itu sudah penuh dengan kaum bapak dan pemudanya mengelilingi sebuah radio transistor yang volume suaranya disetel kandas mendengarkan reportase pandangan mata (komentator) yang emosional dan mendetail khas RRI.
Aku dan teman-teman sebaya yang masih bocah-bocah SD tidak d iizinkan naik, kami hanya dapat mendengar dari kolong rumah berlantai papan itu yang kebetulan cukup tinggi sehingga seukuran kami bisa lewat di bawahnya. Sungguh seru dan ramai. Selesai pertandingan masih terus dibahas dan menjadi buah bibir. Esok harinya terbitlah berita-berita tentang pertandingan ini di surat-surat kabar baik Nasional maupun lokal.
Mengingat kejayaan masa lalu, tidak ada dongeng sepak bola Indonesia yang lebih nyata dari sore itu di Stadion Teladan. Ketika PSMS Medan menumbangkan raksasa Eropa, Ajax Amsterdam.
*Lawan yang Datang Bukan Kaleng-Kaleng*
Ajax yang datang ke Indonesia Juni 1975 bukan Ajax sembarangan. Mereka adalah penguasa Eropa, *juara European Cup (Liga Champions) 3 kali beruntun 1971-1973* dan diperkuat pilar-pilar Total Football Belanda.
Dalam tur pramusimnya di Jakarta, mereka baru saja menjadi juara turnamen segitiga setelah menghajar *Manchester United 3-2 (3 Juni)* dan melibas *Timnas PSSI Tamtama 4-1 (5 Juni)*.
Mereka membawa skuad terbaiknya: kiper Heinz Stuy dan Piet Schrijvers (kiper Timnas Belanda), *Ruud Krol, Barry Hulshoff, Horst Blankenburg, Wim Suurbier, Arie Haan, Gerrie Muhren, Johnny Rep, Ruud Geels*, dilatih Bob Haarms. Di Eredivisie musim 1974/75 mereka finish peringkat 3 di bawah PSV dan Feyenoord, dan 5 pemainnya adalah skuad utama Timnas Belanda finalis Piala Dunia 1974.
Di atas kertas, tim Medan diprediksi jadi lumbung gol.
*Siapa yang Dilawan Ajax? PSSI Wilayah I = 90% PSMS*
Ajax tidak melawan PSMS dengan nama resmi, tapi melawan *PSSI Wilayah I*. Tim ini berhak menantang Ajax karena statusnya sebagai *Juara Kejurnas Antar Regional 1974* dan Runner Up President Cup 1974 di Seoul. 21ea
Isinya 90% penggawa inti PSMS Medan (Ayam Kinantan) plus beberapa bintang Sumut:
*Pelatih:* Zulkarnaen Nasution
*Starting XI:* Pariman (kiper), Ismail Ruslan, Yuswardi (Kapten), Mariadi, Suparjo, Nobon, Sarman Panggabean, Sunardi B (PSS Simalungun), Parlin Siagian, Zulkarnaen Pasaribu, Suwarno
Cadangan: *Taufik Lubis* (kiper muda PSKTS Tebing Tinggi), Kampon (PSS Simalungun), Djohar Arifin, dan lainnya.
Stadion Teladan penuh sesak hingga pinggir lapangan. Sekitar 40.000 penonton meluber.
*Jalannya Pertandingan: Dari Ricuh Hingga Banana Kick*
Wasit: *H.O Sihombing* dari Binjai.
*Babak Pertama - Drama Keras:*
Ajax mengendalikan permainan dengan Total Football. Pada *menit ke-25 kiper Pariman cedera dan digantikan Taufik Lubis*.
*Menit 33 - Ajax 1-0:* Striker Jerman *Arno Steffenhagen* membobol gawang Taufik.
Tensi memanas. *Menit 40 terjadi insiden*, Kapten Yuswardi tergeletak akibat terkena pukulan pemain Ajax. Terjadi kericuhan nyaris baku hantam antara Suwarno dan Sarman Panggabean dengan Ruud Krol, Gerry Muhren, Willy Brokamp dan Steffenhagen. Ketua II PSSI Kamaruddin Panggabean (Ompung Kamrud) turun ke lapangan melerai.
Menjelang turun minum, *Nobon handsball* di kotak penalti. *Johnny Rep* eksekusi penalti, Ajax unggul 2-1 saat turun minum.
*Babak Kedua - Ledakan Rap-Rap (Pressing Tinggi ala PSMS) :*
Ajax lakukan 3 pergantian: Johnny Rep diganti Wim Suurbier, Ruud Krol diganti Barry Hulshoff, Horst Blankenburg diganti Henk Van Zanten. PSMS tidak ada pergantian.
*Menit 59 - 2-2:* Bintang PSMS *Parlin Siagian* melepaskan gol indah _banana kick_ ciri khasnya yang merobek jala Ajax.
*Menit 71 - 3-2:* *Sarman Panggabean* membawa PSSI Wilayah I berbalik unggul. aa1e
*Menit 78 - 4-2:* *Zulkarnaen Pasaribu* melepaskan tendangan keras menggelegar khasnya menghujam gawang Piet Schrijvers.
Skor 4-2 untuk Ayam Kinantan!
Di saat laga masih sengit, wasit H.O Sihombing tiba-tiba meniup peluit panjang padahal pertandingan masih tersisa 10 menit. Manajer Ajax protes keras, tapi pemain Ajax yang sudah terlanjur masuk ruang ganti menolak melanjutkan dan mengakui keunggulan PSMS Plus.
*Dampak Historis*
Kekalahan ini mengejutkan. Manchester United dan Timnas boleh takluk di Jakarta, tapi di Medan, keangkeran Teladan dan gaya *rap-rap (keras, cepat, lugas)* khas anak Medan berhasil mematikan Total Football.
Pelatih Ajax *Bob Haarms* memuji: anak-anak Medan memiliki semangat dan fanatisme tinggi dan tidak gentar dengan nama besar Ajax. Ia khusus memuji *Yuswardi dan Nobon* yang tampil jauh lebih ngotot dibanding saat membela PSSI Tamtama di Senayan.
Laga ini abadi menjadi standar tertinggi — bahwa talenta pesepakbola Medan pernah berdiri sejajar dan mengalahkan generasi emas terbaik sepak bola dunia sepanjang sejarah. Hingga kini, Stadion Teladan tercatat pernah menjamu Grasshopper, Grazer AK, PSV, Ajax (1975), dan Arsenal (1983).
_"Antusias penonton di Medan sangat luar biasa. Tidak ada tempat duduk tersisa, meluber hingga ke sisi lapangan. Itu karena kita belum lama dijajah Belanda, animo main dengan klub asal Belanda masih ada."_
*Skor akhir: PSSI Wilayah I (PSMS Plus) 4 - 2 Ajax Amsterdam.*

Komentar
Posting Komentar